Pelatihan Reverse Engineering untuk Meningkatkan Kompetensi Perancangan Produk Berbasis Industri Bagi Siswa Teknik Bodi Kendaraan Ringan SMK Daya Wangsa Wonogiri

#Pengabdian Masyarakat

Wonogiri, Juli 2025 – Dalam upaya meningkatkan keterampilan dan daya saing lulusan pendidikan vokasi, tim dosen dari perguruan tinggi melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat berupa Pelatihan Reverse Engineering kepada para siswa jurusan Teknik Bodi Kendaraan Ringan SMK Daya Wangsa Wonogiri. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung dalam proses pembongkaran, analisis, dan rekayasa ulang komponen otomotif, khususnya yang berkaitan dengan industri perakitan dan perbaikan bodi kendaraan.

Pelatihan yang dilaksanakan secara intensif selama beberapa hari ini mengusung pendekatan berbasis praktik (learning by doing), di mana para siswa tidak hanya diberikan teori, namun juga dilibatkan langsung dalam proses pembongkaran komponen kendaraan, pemetaan fungsi setiap bagian, hingga perancangan ulang menggunakan perangkat lunak desain berbasis CAD (Computer-Aided Design). Ketua tim pengabdian, Riyadi, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kompetensi teknis dan berpikir kritis pada siswa. “Reverse engineering merupakan salah satu metode yang banyak digunakan di industri, baik untuk tujuan inovasi produk, peningkatan kualitas, maupun efisiensi biaya. Dengan mengenalkan metode ini sejak di bangku SMK, kami berharap siswa mampu memiliki daya saing dan kesiapan kerja yang lebih baik saat lulus nanti,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini, siswa dibekali pemahaman tentang siklus hidup produk (product lifecycle), fungsi dan kegunaan komponen kendaraan, hingga keterampilan menggambar teknik dan menggunakan software pemodelan. Selain itu, mereka juga dilatih untuk melakukan pengukuran presisi dan mendokumentasikan hasil pengamatan dengan baik—keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja nyata. Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak dari mereka mengaku belum pernah mendapatkan pengalaman pembelajaran serupa sebelumnya. “Saya jadi paham bagaimana sebuah komponen bisa dianalisis dan didesain ulang. Ini sangat berguna kalau nanti saya bekerja di bengkel modifikasi atau pabrik otomotif,” ujar salah satu peserta pelatihan.

Kepala Sekolah SMK Daya Wangsa Wonogiri, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kontribusi dari pihak perguruan tinggi yang telah memberikan ilmu dan teknologi terkini kepada siswa. “Program ini sangat mendukung misi kami dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tapi juga inovatif dan mandiri,” ujarnya. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari beberapa mitra industri otomotif lokal yang membuka peluang magang bagi siswa-siswa yang menunjukkan performa baik selama pelatihan. Di akhir program, siswa diminta mempresentasikan hasil proyek rekayasa balik mereka, sebagai bentuk evaluasi sekaligus ajang menunjukkan kreativitas mereka.

Melalui pelatihan ini, diharapkan akan tercipta sinergi yang berkelanjutan antara dunia pendidikan dan industri, serta mendorong semangat kemandirian teknologi di kalangan generasi muda. Pelatihan ini juga menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi antar lembaga dapat menghasilkan dampak nyata dalam pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang teknik otomotif.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru