Inovasi Alat Penggulung Teh Berbasis IoT Dukung Produksi Poktan Madusari 3 Karanganyar

Karanganyar, 12 Juli 2025 — Dalam upaya meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas jangkauan pemasaran hasil pertanian lokal, tim pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Riyadi Muslim, S.Pd., M.Pd. melaksanakan kegiatan bertajuk “Inovasi Teknologi Penggulung Daun Teh Hijau untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi Poktan Madusari 3 di Karanganyar.” Kegiatan ini secara resmi dilaksanakan melalui agenda serah terima alat penggulung daun teh hijau berbasis IoT kepada Sumadi, selaku Ketua Kelompok Tani (Poktan) Madusari 3, yang berlokasi di lereng kawasan teh Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Solusi Teknologi untuk Efisiensi Produksi

Dalam sambutannya, Riyadi Muslim menyampaikan bahwa mesin penggulung daun teh yang dikembangkan tidak hanya menggunakan sistem mekanik biasa, tetapi telah dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembaban, serta monitoring waktu berbasis IoT (Internet of Things). Hal ini memungkinkan proses penggulungan teh dilakukan dengan kontrol yang lebih presisi dan konsisten, sehingga kualitas daun teh yang dihasilkan lebih stabil dan efisien secara waktu.

“Kami ingin membawa inovasi ke tingkat produksi rumah tangga dan kelompok tani. Teknologi ini dirancang agar ramah pengguna, dapat dirawat dengan mudah, dan memberikan nilai tambah langsung terhadap hasil produksi,” jelas Riyadi.

Acara serah terima alat disertai dengan sesi pelatihan penggunaan mesin dan manajemen operasional sederhana bagi anggota Poktan. Pelatihan ini bertujuan agar kelompok tani dapat mengoperasikan dan merawat alat secara mandiri dalam jangka panjang. Sumadi, selaku Ketua Poktan Madusari 3, menyambut baik bantuan dan pendampingan yang diberikan. Menurutnya, selama ini proses penggulungan daun teh masih dilakukan secara manual, membutuhkan tenaga besar, dan tidak seragam hasilnya.

“Mesin ini akan sangat membantu kami mempercepat produksi. Kami juga senang karena dilibatkan dalam pelatihan dan diajari cara merawatnya,” ujar Sumadi.

Dukungan Pemasaran melalui Platform Digital

Selain aspek produksi, kegiatan pengabdian ini juga mendorong pemberdayaan digital melalui pelatihan pemasaran berbasis e-commerce. Tim pengabdian membantu Poktan Madusari 3 untuk membuat toko daring di platform marketplace populer, menyusun deskripsi produk, dan mengelola etalase digital. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pasar teh hijau produksi lokal ke konsumen yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada pasar tradisional atau wisatawan lokal.

“Kami ingin petani bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan toko online, teh Madusari bisa sampai ke Jakarta, Surabaya, bahkan luar negeri,” tambah Riyadi.

Dengan implementasi alat penggulung daun teh berbasis teknologi ini, diharapkan terjadi peningkatan produktivitas hingga 30% dibandingkan metode manual. Dalam waktu ke depan, tim pengabdian juga berkomitmen untuk mendampingi Poktan dalam memantau hasil produksi, melakukan evaluasi berkala, dan mengembangkan inovasi lanjutan sesuai kebutuhan lapangan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pendidikan tinggi dan masyarakat dapat menghasilkan solusi aplikatif dan berkelanjutan bagi sektor pertanian lokal. Semoga inovasi ini menjadi pemicu tumbuhnya industri rumah tangga teh yang lebih maju, modern, dan berdaya saing tinggi.


Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru