
KLATEN – Guna memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Sebelas Maret (UNS) meluncurkan program pendampingan budidaya ayam skala rumah tangga di Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Program bertajuk “Pemberdayaan Kader Pokja 3 TP PKK Desa Pandes, Wedi, Klaten melalui Optimalisasi Budidaya Ayam Skala Rumah Tangga untuk Menunjang Kemandirian Pangan” ini diketuai oleh Dr. Ir. Wibowo, S.T., M.T., dosen dari Program Studi S1-Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNS.
Latar belakang pelaksanaan kegiatan ini bermula dari kendala yang dialami warga, khususnya para ibu rumah tangga di Desa Pandes. Desa ini memiliki lahan pekarangan yang memadai, namun pemanfaatannya belum optimal karena keterbatasan pengetahuan mengenai budidaya ternak unggas yang higienis dan ramah lingkungan. Selain itu, fluktuasi harga pangan hewani di pasaran sering kali menyulitkan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi protein.
Sebagai solusi, Dr. Wibowo bersama tim UNS menginisiasi model peternakan ayam pekarangan dengan menggunakan teknologi tepat guna berupa kandang ayam bertingkat. Dalam kegiatan ini, tim pengabdian memberikan bantuan secara komprehensif berupa set kandang bertingkat, bibit ayam unggul, serta pasokan pakan. Inovasi kandang bertingkat ini dirancang khusus untuk meminimalkan bau dan limbah, sekaligus menghemat ruang, sehingga sangat relevan diterapkan di lahan yang terbatas.
Dalam pelaksanaannya, mitra pengabdian memberikan dukungan yang sangat luar biasa. Kader Pokja 3 TP PKK Desa Pandes berperan sangat aktif dalam setiap tahapan, mulai dari pembuatan kandang, uji coba pemeliharaan, hingga pada tahap pemberian pakan dan pengecekan telur. Kolaborasi dan semangat tinggi dari kelompok mitra ini membuktikan bahwa program pengabdian tersebut sangat aplikatif dan dirasakan langsung manfaatnya. Diharapkan, model percontohan ini dapat direplikasi oleh warga lainnya sehingga mampu mengurangi pengeluaran rumah tangga sekaligus menurunkan angka stunting melalui ketersediaan protein hewani yang mandiri




