Dosen ST TRM UNS Berikan Pembekalan K3 Bidang Manufaktur untuk Pekerja Migran Indonesia di Jepang

SURAKARTA – Tim Pengabdian Internasional Mandatory (PIM-UNS) Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama PERMA UTLLN Jepang kembali menggelar kegiatan kolaboratif kedua bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja dan sembari menempuh studi di Jepang. Kegiatan pelatihan kedua dari seri kolaborasi ini diadakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dengan tajuk “Safety First, Study Fast: Implementasi Budaya Kesehatan Keselamatan Kerja, Ergonomi Belajar & Digital Safety”, yang berlangsung pada 14 Juni 2026 mulai pukul 07.55 – 10.45 WIB atau 09.55 – 12.45 JST waktu Jepang. Webinar ini dihadiri oleh 43 peserta dari kalangan pekerja migran Indonesia di Jepang. Kegiatan pelatihan kedua ini berfokus pada peningkatan pemahaman terkait keselamatan kerja (K3), kesehatan mental, serta adaptasi digital dan kehidupan di lingkungan internasional. Program ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Acara dibuka oleh dosen TRM, Dimas Adika, S.Pd., M.Hum. selaku Ketua Tim Pengabdian Internasional Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) yang menekankan pentingnya kesiapan pekerja migran yang sekaligus pelajar untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan, ketahanan diri, kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja dan tentu membagi waktu dengan studi di Jepang yang kesemuanya dikenal disiplin dan memiliki standar tinggi. Webinar ini menghadirkan lima narasumber dari UNS, yaitu Eki Rovianto, S.T., M.T. – Dosen D4 Teknologi Rekayasa Manufaktur SV UNS, Dr. Desi Setyaningrum, M.P. – Dosen D3 Agribisnis SV UNS, Rizka Adelia Fatsena, S.ST., M.Keb. – Dosen D3 Kebidanan SV UNS, Nanang Maulana Yoeseph, S.Si., M.Cs. – Dosen D3 Teknologi Informasi SV UNS, serta Hengky Ditya Eko Nugroho, S.ST., M.Si. – Dosen D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja SV UNS.

Gambar 1. Dosen TRM, Dimas Adika, M.Hum membuka pelatihan sesi kedua

Materi pertama disampaikan oleh Eki Rovianto, S.T., M.T. yang membahas identifikasi bahaya di lingkungan kerja manufaktur. Ia menjelaskan berbagai jenis risiko, mulai dari faktor fisik, kimia, biologis, ergonomis hingga psikologis, serta menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja di Jepang yang mengutamakan disiplin dan penggunaan alat pelindung diri (APD).

  Gambar 2. Dosen TRM, Eki Rovianto, M.T memberikan materi terkait K3 bidang manufaktur.


Selanjutnya, Dr. Desi Setyaningrum, M.P. memaparkan identifikasi bahaya pada sektor pertanian, termasuk tujuh kelompok risiko utama serta pentingnya penerapan K3 yang adaptif terhadap kondisi lingkungan. Ia juga menyoroti praktik pertanian di Jepang yang banyak menggunakan teknologi modern dan bahan kimia dengan standar keselamatan tinggi.


Pada sesi berikutnya, Rizka Adelia Fatsena, S.ST., M.Keb. mengangkat isu kesehatan mental PMI di Jepang. Ia menjelaskan tantangan yang sering dihadapi, seperti kerinduan terhadap keluarga, tekanan kerja, serta fenomena isolasi sosial seperti hikikomori. Rizka menekankan pentingnya ketahanan mental (resilience) melalui dukungan sosial dan kemampuan mengelola emosi.

Gambar 3. Sesi diskusi dan tanya jawab dalam kegiatan Pelatihan

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif yang dipandu oleh Diki Kurniawan anggota PERMA UT LLN. Peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan, mulai dari penerapan K3 hingga pengalaman adaptasi di Jepang. Melalui kolaborasi ini, UNS dan PERMA UT LLN Jepang tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi akademik dan praktis PMI sebagai bagian dari implementasi SDGs poin 4, tetapi juga memperkuat sinergi lintas institusi dalam mendukung SDGs poin 17 melalui kemitraan strategis yang berkelanjutan.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru