
MELAKA, MALAYSIA – Di tengah perkembangan industri global yang kian dinamis, penguasaan teknologi manufaktur mutakhir menjadi kebutuhan mutlak bagi calon insinyur terapan. Menjawab tantangan kesenjangan teknologi dan pemenuhan SDM unggul di sektor industri advanced (SDG 9), Narendra Aulia Pradhana (NIM: V8824023), mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Manufaktur (TRM) Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) (https://uns.ac.id/id/), sukses menyelesaikan program International Student Mobility.
Program intensif yang berlangsung pada 9–24 Mei 2026 ini dilaksanakan di Fakulti Teknologi dan Kejuteraan Industri dan Pembuatan, Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), Malaysia. Langkah akademik ini menjadi bukti nyata komitmen UNS dalam memperluas jejaring kemitraan internasional sekaligus mendongkrak mutu lulusan di tingkat global.
Struktur Kegiatan Mingguan dan Dampak Kuantitatif
Program ini dirancang secara terstruktur dengan memadukan aspek manajemen rekayasa dan eksekusi teknis di laboratorium modern:
Minggu I (11–13 Mei 2026): Transfer Pengetahuan & Diskusi Pakar
Kegiatan diawali dengan sharing session berbasis daring bersama jajaran dosen ahli UTeM. Fokus pembelajaran berpusat pada tiga pilar utama manajemen pabrik modern:
- Safety Engineering: Membedah sistem manajemen keselamatan kerja pada lingkungan manufaktur terotomatisasi.
- Automation and Control Technology: Mempelajari arsitektur kontrol dan integrasi sistem mekanik-elektronik.
- Engineering Economy: Menganalisis kelayakan finansial dan manajemen risiko pada proyek rekayasa.
Minggu II (16–22 Mei 2026): Eksperimen Laboratorium Tingkat Lanjut
Memasuki minggu kedua, kegiatan difokuskan pada pengerjaan fisik dan eksperimen di 4 laboratorium utama FKP UTeM:
- CNC Machining: Pendalaman konsep Numerical Control (NC) yang diakhiri dengan pembuatan produk manufaktur langsung menggunakan mesin CNC Laser Printing.
- Ergonomic: Melakukan pengukuran antropometri untuk menguji ketahanan fisik dan kekuatan pekerja berdasarkan rentang usia tertentu, disusul inspeksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
- Aerospace Structural Testing: Menguji integritas dan mendeteksi cacat mikro pada struktur material pesawat terbang menggunakan metode NDT (Non-Destructive Test) tanpa merusak material sampel.
- Advanced Welding Technology: Mempelajari teknik penyambungan material mutakhir untuk kebutuhan industri berat.
Minggu III (23–26 Mei 2026): Manufaktur Digital & Teknologi Masa Depan
Sesi penutup dilakukan secara hybrid dengan fokus pada teknologi aditif. Narendra berkesempatan mempelajari Sand 3D Printing—sebuah inovasi pembuatan cetakan pengecoran logam berbasis pasir menggunakan teknologi cetak 3D. Teknologi ini menjadi pengetahuan baru yang sangat relevan bagi optimasi industri pengecoran domestik.
Capaian Riset Unggulan: Inovasi Jig pada Mesin Friction Stir Welding (FSW)
Puncak capaian dari program mobility ini adalah keterlibatan aktif Narendra dalam proyek riset riil yang sedang dikembangkan oleh dosen UTeM di bidang Advanced Welding Technology.


